Kesan Saat Mengikuti SKD CPNS 2018 : Unik

Share it:
Ini adalah pertama kalinya ikut tes ujian CPNS di tahun 2018.Pada tahap setelah lolos dari administrasi kemudian mengikuti tes SKD yang belum ditentukan tanggalnya,hal ini cukup membuat sedikit was - was karena saya tidak berdomisili di jakarta.

Pengumuman tempat dan waktu ujian SKD tepat 3 hari sebelum ujian, cukup melelahkan dan harus cari transportasi dan penginapan. Berhubung saya ingin super hemat jadilah naik KAI kelas ekonomi yang sampai 7 jam sebelum ujian dan berniat untuk istirahat di stasiun hehe..


KAI kelas ekonomi selama 10 jam lebih ternyata tidak begitu nyaman, karena tempat duduknya yang siku - siku dan bantalan keras juga full AC yang kurang segar. Sewaktu SMA dulu pernah naik kereta saat KAI sewaktu belum seprofesional sekarang, dahulu setiap berhenti distasiun pasti ada pedagang masuk dan pengamen.Koin receh wajib dibawa untuk mereka karena jika tidak, kemungkinan bakal kena masalah dengan mereka para peminta - minta dan tukang bersih - bersih.



Sebelum ada AC seperti sekarang bau aneh - aneh tidak begitu tercium disebabkan jendela selalu terbuka dan anginnya sangat segar bila kita melewati jalur selatan jawa tapi kalau sudah masuk stasiun kota baunya juga bakal macam - macam.Salut untuk KAI yang berbenah beberapa tahun terakhir dan meniru modernitas maskapai pesawat terbang.



Sampai dijakarta pastikan tahu transportasi menuju tempat ujian, kebetulan ujian saya di walikota jakarta timur dari stasiun senen cukup menaiki busway dengan sekali transit.Sebenarnya jakarta itu tidak begitu luas karena jalurnya yang terhubung dengan satu sama lain dan terlalu over crowded sehingga sering macet.



Ujian pukul 16.30 peserta harus sudah berada di registrasi 60 menit sebelumnya, panitia cukup sigap dan disiplin untuk mengatur peserta yang jumlahnya 400 orang persesi, kebetulan saya ikut di sesi terakhir sesi 5.


test ujian



Pemeriksaan seperti screening ketika masuk ke bandara, hanya sabuk yang boleh dipakai.Bahkan bros, jam tangan dan gelang karet pun tak boleh. Setiap peserta mendapatkan pin login untuk memulai ujian dan diarahkan secara tertib masuk ke ruang ujian.



Hal yang membuat risih adalah penataan kabel - kabel LAN yang semrawut dan beberapa switch hub tergeletak tidak rapi, bisa saja nanti ada peserta kesandung dan membuat makin runyam, mungkin karena dipakai hanya untuk sementara jadi boleh - boleh saja.Untuk spec Laptop yang dipakai ujian ini adalah thinkPad dan mouse yang relatif baru sangat cukup untuk hanya membuka browser selama berjam - jam.



Soal ujian sendiri sudah diacak sehingga tidak akan sama dengan peserta sebelah,depan dan belakang sehingga kecurangan sulit dilakukan.waktu 90 menit dari 100 soal juga tidak memungkinkan bagi peserta untuk koordinasi satu sama lain dan mostly adalah bacaan teks.



Dari 100 soal dibagi menjadi 35 soal TWK 30 soal TIU 35 soal TKP .Passing grade yang ditentukan untuk peserta umum adalah 75 TWK 80 TIU 143 TKP, jadi harus melewati skor tersebut maka bisa lanjut ke tes berikutnya.



Saya yang gak bisa tidur dikereta tadi sampai di ujian pun sangat menahan kantuk dan capek, namun mau tidak mau harus fokus juga memberikan hasil sebisa mungkin.



taraaa.. setelah ujian nilai pun langsung muncul di screen dan ternyata TIDAK LOLOS hahaha..



Nilai saya 105 TWK 115 TIU 135 TKP, kurang 8 poin saja untuk standar Passing Grade soal TKP. Agak sedikit kecewa juga dengan hasil seperti ini karena soal TKP yang saya lihat mungkin nampak subjektif dan jujur saja penuh kepura - puraan untuk menjadi orang yang baik menurut pembuat soal.Hal kognitif seperti ini seharusnya tidak menjadi acuan kelulusan, itu menurut saya.



Saya merasa kepribadian saya buruk karena dibawah standar nasional namun ternyata saya tidak sendiri, dari 2  juta lebih peserta tes faktanya hanya 3 % yang lolos itu artinya banyak kuota yang tidak terisi dan kemungkinan peserta tunggal yang bakal otomatis lolos menjadi PNS.



Bagi saya pribadi tidak masalah, berarti bukan rejeki saya dan saya anggap menjadi pengalaman yang unik.



Masalah sekarang berada di pemerintah sendiri, Tes CAT seperti ini butuh anggaran yang tidak sedikit namun justru hasil yang didapat boleh dikatakan mengecewakan seperti kuota yang tidak terisi dsb.



Banyak peserta yang melakukan protes dan membuat petisi di change.org dan menuntut solusi dari pemerintah secepatnya, info yang beredar pihak dari BKN akan merivisi aturan sebelumnya jadi nantinya siapa yang akan dirugikan dan diuntungkan ? 



Menurut hemat saya, pemerintah terlalu percaya diri dengan soal TKP seperti itu yang belum teruji validitasnya bila langsung diterapkan pada calon peserta sehingga hasilnya tidak memuaskan dari kuota formasi. Kerugiannya sudah pasti seperti buang - buang anggaran hanya untuk soal - soal TKP tersebut , sependapatkah ?






Share it:

Lounge

pribadi

Post A Comment:

0 comments: