Fenomena Ahoker yang tak dapat dipungkiri

ahoker
Share it:

Ahoker adalah istilah atau sebutan yang digunakan oleh masyarakat khususnya warga dumay terhadap sekelompok orang yang membela Ahok alias Basuki tjahja purnama alias  阿學 ( Zhōng Wànxué ). Fenomena ini tak tampak di sejak awal Ahok muncul sebagai pejabat wakil gubernur DKI, namun lambat laun setelah Jokowi menjadi presiden di tahun 2014, sebutan ahoker pecah di media sosial.


logo teman ahok

 Latar Belakang

Terlepas dari kontroversial nya gaya Ahok dalam memimpin DKI jakarta, ahoker selalu memandang apa yang diperbuat ahok adalah hal yang positif dan terus berprasangka baik walaupun tindakan ahok juga merugikan pihak - pihak lain yang dianggap tidak sejalan. Sikap dan perkataan ahok yang pongah dan kasar kepada sebagian masyarakat juga dianggap hal yang wajar dan justru menjadi kebanggaan tersendiri. Banyak pihak yang menduga hal ini terjadi karena latar belakang ahok yang merupakan etnis dan agama minoritas di Indonesia. Kesamaan minoritas itulah yang menjadi bentuk dukungan yang kuat dan saling mendukung sesama pendukung ahok. 


Dukungan Kuat


Ironisnya Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar muslim dan lokal / native justru secara Ekonomi dikuasai oleh pihak minoritas, dimana kekayaan 10 orang saja setara dengan 100 juta penduduk sebagai perbandingan. segelintir orang ini menguasai distribusi, logistik , pangan , consumer goods ,elektronik bahkan media. Tak ayal dengan pendanaan yang bisa dikatakan tak terbatas dan dukungan media yang luar biasa, ahok mampu mencapai popularitas tertinggi di masyarakat Indonesia.


Digadang menjadi Capres/Cawapres 2019

Hegemoni yang tinggi saat itu menimbulkan banyak spekulasi terhadap ahok , Pihak ahoker mendukung 100 % dan kompak untuk mengkampanyekan ahok baik di dalam negeri bahkan mancanegara. Program - progam yang dilakukan sebagai bentuk sukarelawan " teman Ahok " dengan berbagai kegiatan seperti kepemudaan dan kewirausahaan, hanya dalam selang  waktu 5 bulan relawan ahok mampu mengumpulkan hampir 1 milyar dari merchandise dan donasi .fantastis.

Dukungan dari gereja pun bermunculan, para jemaat pun sampai bersuara agar Ahok bisa menjadi R1 di Indonesia.Begitu pula partai politik yang berhaluan kiri secara tidak langsung mendukung Ahok, hal itu dibuktikan banyaknya politisi - politisi partai teresbut yang menjadi sukarelawan.


Kontroversi berbuah petaka 


Gaya Ahok yang pongah dan ceplas - ceplos justru menuai petaka. Hal itu terjadi saat tanpa sadar Ahok ikut mengomentari Ayat suci Al quran yakni Al Maidah : 51 saat kunjungan kerja di kepulauan seribu. Ahok merasa terusik dan jengah dengan Ayat Suci tersebut dan khawatir langkah dia untuk menjadi Gubernur kembali bisa terhalangi. Pengalaman Ahok saat mencalonkan diri di Belitung yang berbuah kegagalan adalah efek dari kampanye tentang ayat AL QURAN tersebut menurutnya, walaupun gusdur sudah mendukung dirinya dan menyanggah Surat Al Maidah tersebut. 

Demo 212


Kontroversi ini menyulut emosi umat islam haluan kanan. Demo dilakukan besar -besaran dan secara bergelombang dengan penetuan angka hari ( 411 dan 212 ) menuntut agar ahok dipidanakan menurut Undang - undang yang berlaku atas penodaan agama. Demo besar - besaran itu menjadi demo terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia dengan 7 juta orang berkumpul di jakarta, dikhawatirkan terjadi chaos dan anarkisme seperti pada tahun 1998 ternyata tidak terjadi. Demo berlangsung damai dan lancar, bahkan mendapat apresiasi dari aparat keamanan atas  ketertiban saat berlangsung unjuk rasa.


Dibui 2 tahun penjara

Majelis hakim telah mengetok palu atas terpidana ahok selama 2 tahun penjara . Lamanya persidangan dan alotnya saksi ahli yang ikut persidangan menjadi atensi besar di media - media nasional, Demo tandingan pun dilangsungkan untuk melawan keputusan majelis hakim, demo ini juga dilkukan oleh pihak yang pro.


Aksi Bunga dan Lilin

Dipidanakannya ahok dan kegagalan memenangi Pilkada DKI Jakarta membuat ahoker kecewa berat. Rencana yang telah disusun 2 tahun sebelumnya semuanya meleset. Aksi damai pun dilakukan atas kekecewaan itu dengan mengirimkan karangan Bunga hingga ratusan lebih jumlahnya ke kantor gubernur, bagi ahoker dana bukanah halangan, tidak hanya itu aksi bakar lilin di beberapa kota yang menggambarkan seolah - olah harapan yang telah pupus pun digagas bersama.


Perang Dumay ( Provokator vs Buzzer ) 

Adanya ahoker membawa dampak yang tidak sehat, semula yang hanya ranah politik menjadi ranah lainnya seperti agama dan ras.  Ketidaknyamanan itu muncul karena adanya akun palsu yang berjumlah ratusan bahkan membuat status, komentar yang menjurus kasar dan rasis.  Istilah Jasmev ramai dibicarakan dan memang terbentuk di tahun 2012, hingga sekarang alumni jasmev pun tetap gencar membuat buzzer yang sama di media sosial. Pihak yang kontra pun juga memiliki buzzer yang sama dan tak terelakan perang urat saraf antar keyboard warrior memanas.


Hilangnya Rasa Persatuan

Fenomena Ahoker juga dapat dikategorikan mengkotak - kotakkan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri hampir 700 lebih suku lokal dan bahasa serta 5 Agama yang diakui sangat mudah untuk di pecah belah. Munculnya Ahoker ini dapat dikatakan fenomena yang tak dapat dipungkiri




END






  







Share it:

Lounge

Post A Comment:

0 comments: